Anggota Buser Polres Batang Hari mengikuti KKN mahasiswa UNISBA tahun Akademi 2025/2026.

 

DIGDAYAPOST.WEB.ID Batang Hari  Tgl 1 Desember 2025 Program Kuliah Kerja Nyata (KKN)mahasiswa UNISBA (Uniferditas Islam Batang Hari) resmi dimulai pada 1 Desember 2025 hingga 1 Februari 2026 yang akan datang.Kelompok IV yang ditempatkan di Desa Rantau Puri menjadi sorotan setelah dua anggota Polres Batang Hari turut menjadi peserta KKN tahun ini.

 

Dua personel tersebut adalah Aiptu M. Ismail dan Bripda dari Buser polres batang hari Arpin Logistics polres batang hari,keduanya tercatat mengambil program studi Hukum. Ekonomi Syariah (HES)

Keterlibatan mereka dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapat perhatian positif dari warga desa maupun peserta KKN lainnya.

 

Dalam wawancara singkat, Aiptu M. Ismail menyampaikan alasan kuat mengapa dirinya tetap melanjutkan pendidikan meski sudah memiliki pekerjaan tetap sebagai anggota Polri.

 

> “Pendidikan adalah pondasi untuk kemajuan bangsa. Saya mengambil jurusan hukum karena ingin terus meningkatkan kapasitas diri. Melanjutkan kuliah dalam kondisi sudah bekerja adalah bentuk motivasi untuk adik-adik bahwa menuntut ilmu tidak terbatas usia. Seperti slogan, tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat,” ujarnya.

 

 

Sementara itu, Bripda Arpin, yang juga mengambil jurusan hukum, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam dunia akademik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur kepolisian di era modern.

 

> “Kami ingin menunjukkan bahwa anggota Polri juga harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan intelektual untuk mendukung tugas-tugas kepolisian,” ucapnya.

 

 

Kegiatan pelepasan mahasiswa KKN di Desa Rantau Puri pada hari pertama juga dihadiri Ketua LCKI Kabupaten Batang Hari, Yernawita, S.H., yang turut mengantar anak bungsunya menjalani masa pengabdian tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap semangat para peserta, terutama dua anggota Polres yang ikut turun langsung ke masyarakat.

 

> “Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan KKN ini memberikan warna dan motivasi baru. Ini contoh nyata bahwa menuntut ilmu tidak mengenal batas profesi maupun usia. Semoga para mahasiswa mampu membawa manfaat bagi masyarakat Desa Rantau Puri selama dua bulan ke depan,” ungkap Yernawita.

 

Dengan dimulainya rangkaian KKN tersebut, masyarakat Desa Rantau Puri berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.(TIM)