Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Pendiri Ponpes Zulhijjah Kiyai H. Lohot Hasibuan Berpulang

 

BATANG HARI, DIGDAYAPOST — Rabu 2 September 2026 Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Batang Hari. Kiyai H. Lohot Hasibuan, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zulhijjah, telah berpulang ke Rahmatullah.

 

Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga, para santri, alumni, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok guru sekaligus orang tua yang memberikan ilmu, nasihat dan keteladanan.

 

Informasi berpulangnya Kiyai H. Lohot Hasibuan disampaikan oleh keluarga besar PWRI Batang Hari. Saat kabar tersebut diterima, jenazah almarhum masih berada di RS DKT untuk proses selanjutnya.

 

Dedikasikan Hidup untuk Pendidikan Keagamaan

Semasa hidupnya, Kiyai H. Lohot Hasibuan dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan agama dan pembinaan generasi muda.

 

Sebagai pendiri dan pengasuh Ponpes Zulhijjah, almarhum mendedikasikan waktu, tenaga dan pemikirannya untuk memberikan pendidikan serta pembinaan keagamaan kepada para santri.

 

Bagi para santri, alumni dan orang-orang yang pernah dekat dengannya, Kiyai H. Lohot Hasibuan bukan hanya seorang guru, tetapi juga sosok orang tua yang senantiasa memberikan arahan, nasihat dan keteladanan dalam kehidupan.

 

Kepergian beliau meninggalkan kesedihan yang mendalam. Namun, ilmu, nasihat dan kebaikan yang telah diwariskan diharapkan terus menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi generasi penerus.

 

Rencananya Dimakamkan di Ponpes Zulhijjah

 

Informasi yang diterima menyebutkan, jenazah Kiyai H. Lohot Hasibuan insyaallah akan dimakamkan di kawasan Pondok Pesantren Zulhijjah.

 

Tempat tersebut merupakan bagian penting dari perjuangan almarhum dalam membangun dan mengembangkan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

 

Keluarga besar Digdaya Batang Hari menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kiyai H. Lohot Hasibuan.

 

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah orang tua kita, guru kita, Kiyai H. Lohot Hasibuan.”

 

Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan kekhilafan almarhum, menerima amal ibadah serta amal kebajikannya, melapangkan dan menerangi kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

 

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

 

Semoga keluarga yang ditinggalkan, para santri, alumni, sahabat dan seluruh masyarakat yang mengenal beliau diberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan.

 

Kepergian seorang guru memang meninggalkan duka. Namun, ilmu dan kebaikan yang telah diwariskan akan terus hidup melalui orang-orang yang pernah belajar dan mendapatkan manfaat dari beliau.

Selamat jalan, Kiyai H. Lohot Hasibuan.

Semoga husnul khatimah dan mendapat rahmat serta ampunan Allah SWT.

Al-Fatihah.(Redaksi Digdaya)