Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026: Saatnya Menjadikan Ekonomi Kerakyatan Sebagai Jalan Keluar untuk Batang Hari

Oleh: Mr. Solihin, Pimpinan Redaksi Digdayapost.web.id

Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum ini seharusnya menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk melihat sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Tahun 2026, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema ini menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan sosial, politik, dan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini, Kabupaten Batang Hari tidak luput dari persoalan ekonomi yang semakin kompleks. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi tantangan besar. Ketika harga komoditas mengalami penurunan atau aktivitas industri terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat kecil, mulai dari pekerja harian, sopir angkutan, pelaku UMKM hingga pedagang tradisional.

Pancasila, khususnya sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” mengajarkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak. Hasil pembangunan harus mampu dirasakan hingga ke desa-desa, pelosok kecamatan, dan masyarakat lapisan bawah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Batang Hari memiliki potensi besar. Kekayaan sumber daya alam, sektor pertanian, perkebunan, hingga usaha mikro dan kecil dapat menjadi kekuatan utama apabila dikelola dengan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi yang sehat untuk menciptakan lapangan kerja baru serta mengurangi ketergantungan terhadap sektor-sektor tertentu.

Saat ini, masyarakat membutuhkan kepastian ekonomi. Harga kebutuhan pokok yang stabil, kesempatan kerja yang luas, serta dukungan nyata terhadap pelaku usaha kecil menjadi harapan yang terus disuarakan. Di sinilah nilai gotong royong yang menjadi ruh Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata.

Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh membiarkan kesenjangan sosial dan ekonomi semakin melebar. Pancasila mengajarkan persatuan, bukan hanya dalam aspek kebangsaan, tetapi juga dalam semangat membangun kesejahteraan bersama. Ketika rakyat kecil kuat, maka daerah akan maju. Ketika ekonomi masyarakat tumbuh, maka stabilitas sosial akan terjaga.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 harus menjadi pengingat bahwa cita-cita para pendiri bangsa belum selesai. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi seluruh masyarakat Batang Hari.

Mari jadikan Pancasila bukan hanya sebagai slogan atau hafalan, tetapi sebagai pedoman nyata dalam membangun daerah yang lebih adil, maju, dan sejahtera. Karena sesungguhnya kekuatan bangsa ini terletak pada rakyatnya, dan kesejahteraan rakyat adalah bentuk paling nyata dari pengamalan Pancasila.

Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.

“Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Mr. Solihin
Pimpinan Redaksi Digdayapost.web.id